Ketua IKPI Pengda Jawa Tengah Dorong Strategi Rekrutmen Anggota untuk Perkuat Ekspansi Cabang
IKPI, Jakarta: Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Daerah Jawa Tengah, Umbaran, menilai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IKPI 2026 yang diselenggarakan di Mercure Ancol, Jakarta, 24-25 Nanuari 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memadai di tengah rencana perluasan pengurus daerah dan pengurus cabang di berbagai wilayah.
Menurutnya, pemaparan Pengurus Pusat membuka ruang strategis bagi IKPI untuk tidak hanya memperluas struktur organisasi, tetapi juga mengoptimalkan kualitas dan kuantitas anggota agar sejalan dengan kebutuhan pengembangan cabang.
“Rencana penambahan Pengda dan Pengcab tentu harus dibarengi dengan strategi perekrutan anggota yang terstruktur, sehingga cabang yang dibentuk benar-benar hidup dan berkelanjutan,” ujar Umbaran di lokasi Rakor.
Ia menekankan, perluasan organisasi akan berjalan optimal apabila didukung oleh sebaran anggota yang merata serta kesiapan SDM di daerah. Oleh karena itu, pendekatan rekrutmen harus menjadi bagian integral dari program kerja nasional.
Salah satu langkah konkret yang disampaikan Umbaran adalah memperkuat hubungan IKPI dengan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus merupakan pintu masuk strategis untuk mengenalkan profesi konsultan pajak sejak dini sekaligus membangun minat generasi muda untuk bergabung dengan IKPI.
“Kami melihat kampus sebagai ekosistem awal. Melalui pengenalan profesi, kuliah tamu, hingga program magang, IKPI bisa hadir lebih dekat dengan mahasiswa dan lulusan baru,” katanya.
Di Jawa Tengah, IKPI Pengda mendorong inisiatif IKPI Goes to Campus sebagai wadah pengenalan organisasi, profesi, serta jalur karier konsultan pajak. Program ini dirancang untuk melibatkan anggota IKPI yang juga berprofesi sebagai dosen maupun praktisi di perguruan tinggi.
Umbaran menilai, pendekatan tersebut dapat menciptakan kesinambungan antara dunia akademik dan profesi, sekaligus menjadi sarana rekrutmen anggota baru yang berkelanjutan.
“Kalau mahasiswa sudah mengenal IKPI sejak kuliah, maka ketika mereka lulus dan memenuhi syarat profesi, IKPI akan menjadi pilihan pertama,” ujarnya.
Selain kampus, ia juga mendorong optimalisasi pembinaan bagi calon konsultan pajak melalui pelatihan, bimbingan, dan pendampingan sertifikasi. Menurutnya, skema ini dapat menjadi nilai tambah organisasi dalam menarik minat anggota baru.
“IKPI bisa hadir sebagai rumah besar yang tidak hanya menaungi, tetapi juga membina sejak awal proses profesional,” kata Umbaran.
Ia menegaskan bahwa strategi perekrutan anggota harus berjalan seiring dengan program pembentukan cabang baru. Dengan jumlah anggota yang tumbuh dan tersebar merata, keberadaan cabang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga aktif menjalankan fungsi organisasi.
“Pengembangan cabang dan rekrutmen anggota adalah dua sisi yang tidak terpisahkan. Keduanya harus bergerak bersama agar organisasi semakin kuat,” ujarnya.
Melalui Rakornas IKPI 2026, Umbaran optimistis organisasi memiliki momentum yang tepat untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperluas keanggotaan sekaligus memperkuat kualitas SDM.
“Dengan sinergi pusat dan daerah, serta strategi rekrutmen yang tepat, IKPI akan semakin solid dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (bl)
Dalam sambutannya, Ketua IKPI Cabang Surakarta Suparman menekankan bahwa tahun pajak 2025 akan menjadi tonggak baru sekaligus ujian bagi kepatuhan wajib pajak. Pasalnya, mulai tahun depan seluruh SPT Tahunan baik badan maupun orang pribadi wajib dilaporkan menggunakan sistem Coretax yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Ini adalah kali pertama wajib pajak harus melaporkan SPT melalui Coretax. Jangan anggap enteng. Kalau tidak dipahami dengan cermat, kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pemeriksaan pajak. Karena itu, sejak sekarang para anggota IKPI dan peserta seminar harus mulai mempersiapkan data klien secara detail. Jangan sampai di awal 2026, ketika SPT Tahunan 2025 dilaporkan, kita masih gagap menghadapi aturan baru,” kata Suparman.
Ia menambahkan, pemilihan tema seminar bukan tanpa alasan. IKPI Surakarta ingin agar para konsultan pajak anggotanya selalu selangkah lebih maju dalam memahami regulasi baru, sehingga dapat mendampingi wajib pajak dengan benar sekaligus mengurangi risiko kesalahan pelaporan.
Seminar ini dibuka oleh Ketua Pengurus Daerah IKPI Jawa Tengah, M. Slamet Umbaran. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa era Coretax tidak hanya menuntut kepatuhan administratif, tetapi juga kesiapan teknis dan akurasi data.
“Seminar ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi peserta. Walaupun pelaksanaannya bertepatan dengan downtime sistem DJP pada akhir pekan ini, semangat peserta untuk hadir menunjukkan betapa pentingnya kesiapan menghadapi perubahan besar di sistem perpajakan kita,” ujarnya.
Selain soal teknis penyusunan SPT di Coretax, seminar juga membedah tiga regulasi terbaru yakni PMK No. 37, 50, dan 54 Tahun 2025. Narasumber utama, Lukman Nul Hakim, memaparkan bagaimana aturan-aturan tersebut akan berpengaruh pada wajib pajak, termasuk kewajiban pencatatan, rekonsiliasi, dan pelaporan.
Ia mengingatkan bahwa integrasi regulasi baru dengan Coretax bukan sekadar perubahan sistem, melainkan juga perubahan pola pikir dalam menyusun laporan pajak. Dengan Coretax, setiap data bisa dilacak secara otomatis sehingga ruang untuk manipulasi semakin sempit.
Antusiasme Tinggi
Acara berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta, mulai dari masalah teknis pengisian hingga dampak regulasi terbaru pada sektor usaha tertentu. Para peserta mengakui bahwa seminar ini sangat membantu mereka menyiapkan strategi menghadapi pelaporan SPT 2025 yang pertama kali menggunakan Coretax.
Di penghujung acara, panitia menyerahkan vandel penghargaan kepada narasumber, disusul dengan sesi foto bersama. Momen ini menutup seminar dengan suasana hangat dan penuh optimisme.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan ini, IKPI Surakarta sekali lagi membuktikan posisinya sebagai garda depan edukasi perpajakan. Seminar ini bukan hanya ajang transfer ilmu, tetapi juga wujud nyata peran konsultan pajak sebagai mitra strategis wajib pajak dan pemerintah dalam menjaga kepatuhan serta mendorong penerimaan negara.
“Kami di IKPI Surakarta akan terus menghadirkan kegiatan edukasi yang relevan dan bermanfaat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bekal penting menghadapi era baru perpajakan di Indonesia,” kata Suparman. (bl)
Sumber : https://bahterajateng.com/unwahas-gelar-workshop-perpajakan-biro-haji-umrah-perkuat-edukasi-dan-kolaborasi-strategis/